Materi pembelajaran berbasis teknologi

 MEMAHAMI HAKIKAT DAN MEWUJUDKAN KETAUHIDAN DENGAN SYU'ABUL IMAN. 

Nama : Rohima

Kelas : PAI 3D

Nim :240101087

MK: pembelajaran berbasis teknologi

Dosen pengampu : ustaz fery heryadi M. Pd




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Halo anak-anak yang shalih dan shalihah! 
Hari ini kita akan belajar tentang sesuatu yang sangat penting, yaitu bagaimana memahami tauhid dan bagaimana membuktikan keimanan kita lewat syu’abul iman atau cabang-cabang iman.

 A. Apa Itu Hakikat Ketauhidan?

        Ketauhidan adalah inti ajaran Islam. Tauhid berarti mengakui dan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah.
Hakikat ketauhidan berarti kita:
   1. Meyakini dalam hati bahwa hanya Allah
       yang menciptakan kita, memberi rezeki,
       dan mengatur hidup kita.
   2. Mengucapkannya dengan lisan, misalnya
       dengan membaca syahadat dan berdzikir.
   3. Membuktikannya dengan perbuatan,
       seperti shalat, jujur, amanah, dan berbuat
       baik kepada semua orang.

Dengan kata lain, tauhid bukan hanya diyakini, tapi juga harus terlihat dalam sikap dan perbuatan kita.

 B. Apa Itu Syu’abul Iman?

      Syu’abul iman adalah cabang-cabang iman atau bentuk-bentuk perbuatan yang menunjukkan bahwa kita benar-benarberiman.
Dalam Islam, iman tidak cukup hanya ada di hati, tetapi harus tampak dalam:
    1. Perbuatan anggota tubuh
        Seperti shalat, menolong orang lain,
       menjaga kebersihan, sopan santun, dan
       tidak menyakiti orang lain.
Semua ini adalah bukti bahwa iman kita tidak hanya diucapkan, tapi diamalkan.

 C. Bagaimana Syu’abul Iman Membantu Kita
      Mewujudkan Tauhid?
       Tauhid yang benar harus tampak dalam kehidupan sehari-hari.syu’abul iman membantu kita mewujudkan tauhid dengan cara:
a. Menguatkan hubungan kita dengan Allah
    Jika kita rajin shalat, berdoa, dan membaca
   Al-Qur’an, berarti kita sedang mempraktikkan
   tauhid melalui ibadah.

b. Membentuk akhlak yang mulia
    Bersikap jujur, tidak sombong, menghormati
   guru dan orang tua, itu semua adalah cabang
   iman yang menunjukkan bahwa kita tunduk 
   pada perintah Allah.

✔ Keyakinan hati

Seperti ikhlas, tawakal, yakin kepada Allah, sabar, dan takut berbuat dosa.

✔ Ucapan lisan

Seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berkata jujur, memberi nasihat yang baik.

1. Ppt pembelajaran kli link


2. Video ppt pembelajaran


3.Mengisi soal kli link dibawah ini

Link soal

4. Klik link dibawah ini untuk melihat jawaban

Link jawaban

5. Video dokumentasi praktek mengajar berbasis teknologi


Kesimpulan:

Memahami hakikat dan mewujudkan ketauhidan dengan syu‘abul iman berarti menyadari bahwa iman tidak hanya ada di dalam hati, tetapi juga harus dibuktikan dengan ucapan dan perbuatan. Ketauhidan yang benar tampak dari keyakinan kepada Allah, diwujudkan melalui ibadah yang ikhlas, serta tercermin dalam akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengamalkan syu‘abul iman, seorang Muslim dapat memperkuat imannya secara utuh dan seimbang antara hati, lisan, dan tindakan.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah kisahku

Inovasi Media Pembelajaran: Kunci Sukses Proses Belajar Mengajar